Menerapkan cinta dalam dunia pendidikan, sebenarnya
ini bukan merupakan sesuatu yang baru, namun memang masih sangat jarang sekali
seorang guru mengajar anak didiknya murni didasari atas perasaan cinta,
meskipun ada namun jumlahnya relative sangat minim sekali. Padahal sangat
berpengaruh sekali ketika seorang guru mengajar dengan didasari atas rasa cinta.
Mendidik dan mengajar adalah tugas pokok dan tuntunan atas profesi yang di sandang oleh seseorang yang di kenal dengan istilah guru. Siapapun orangnya ketika memutuskan memilih sekolah keguruan sebagai tempat untuk menempa ilmu sudah pasti tahu bahwa konsekuensi pekerjaan yang akan digelutinya adalah mengajar meskipun banyak juga lulusan-lulusan sekolah keguruan yang berprofesi di luar Pakem yang seharusnya.
Mendidik dan mengajar adalah tugas pokok dan tuntunan atas profesi yang di sandang oleh seseorang yang di kenal dengan istilah guru. Siapapun orangnya ketika memutuskan memilih sekolah keguruan sebagai tempat untuk menempa ilmu sudah pasti tahu bahwa konsekuensi pekerjaan yang akan digelutinya adalah mengajar meskipun banyak juga lulusan-lulusan sekolah keguruan yang berprofesi di luar Pakem yang seharusnya.
Banyak guru
yang memaknai bahwa profesi guru adalah panggilan hidup sehingga memaknai tiap
ucapan dan tindakan sebagai bagian perjalanan panjang untuk melayani anak
manusia dalam peradaban (Pendidikan Manusia Indonesia). Oleh karena itu, dalam
menjalankan pekerjaannya membutuhkan kesabaran, ketulusan dan dedikasinya dalam
membimbing para siswanya untuk menjadi manusia yang cerdas, berkualitas baik
pengetahuan dan keterampilan serta berakhlakul karimah.
Mendidik dan mengajar memang bukanlah
pekerjaan yang mudah. Karena, seorang guru dituntut untuk bisa membantu siswa
memahami sebuah materi dan mengawal mereka dalam pencapaian jati diri yang
luhur. Pendewaan terhadap aspek intelektual anak
didik dalam dunia pendidikan Indonesia pun telah banyak mengabaikan perkembangan
kepribadian siswa. Banyak guru yang beranggapan bahwa target tanggung jawab
mereka adalah menyelesaikan sebuah materi pelajaran.
Idealnya menjadi guru memang bukan sekadar
melakukan pekerjaan biasa, tetapi juga memenuhi panggilan hati dan melakukan
perjalanan spiritual. Cita-cita tersebut sesuai dengan undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang system pendidikan
nasional bahwa tujuan pendidikan nasional mencerdaskan kehidupan bangsa dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Pemandangan seperti kekerasan yang terjadi
dalam dunia pendidikan akan berkurang jika banyak guru memahami hakikat
pendidikan seperti yang tersirat dalam amanat undang-undang tersebut.
Guru adalah ujung tombak pendidikan. Siswa
menggantungkan sejuta harapannya kepada seorang guru agar menjadi pribadi
cerdas dan berkepribadian luhur kelak. Sebagai ujung tombak, tentu kita sangat
berharap kepada peran guru dan karismanya di hadapan siswa.
0 komentar:
Posting Komentar
SiLahkan tinggaLkan komentar sebagai jejak bahwa Anda pernah berkunjung di zhaLabe.bLogspot.com.
Terima kasih !!!