KALIMAT BERVARIASI


PhotobucketMenurut (Bahtiar 2001:34) kalimat adalah kumpulan kata-kata yang terkecil yang mengandung pikiran lengkap. Dalam wujud tulisan, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.), tanda tanya (?), atau tanda seru (!); dan di dalamnya dapat disertakan tanda baca seperti koma (,), titik dua (:), pisah (-), dan spasi. Tanda titik, tanda tanya, dan tanda seru pada wujud tulisan sepadan dengan intonasi akhir pada wujud lisan sedangkan spasi yang mengikuti mereka melambangkan kesenyapan. Tanda baca lain sepadan dengan jeda. Sedangkan menurut Reraf (2002:28), kalimat adalah bagian ajaran yang didahului dan diikuti oleh kesenyapan. Kalimat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003:207) adalah sepatah atau sekelompok kata yang merupakan suatu kesatuan yang mengutarakan suatu pikiran dan atau perasaan.
Berdasarkan pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan. Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir yang diikuti oleh kesenyapan yang mencegah terjadinya perpaduan ataupun asimilasi bunyi ataupun proses fonologis lain.
Reraf (Nurhayati 1991:30) menambahkan bahwa kalimat bervariasi adalah kalimat yang lebih mengutamakan penggunaan diksi (pilihan kata) dalam kalimat. Kalimat bervariasi adalah kalimat yang tidak hanya terdapat unsur lain seperti keterangan, kalimat yang anak kalimatnya bias di depan atau dibelakang kalimat utama. Kalimat yang efektif itu bervariasi. Kalimat itu dapat meriangkan pembaca, bukan saja karena memahaminya mudah, tetapi terutama karena sifatnya yang menyenangkan.
Untuk menciptakan variasi dalam sebuah kalimat, kalimat dapat diawali dengan predikat. Dapat pula dimulai dengan membalikkan predikat ke depan, kemudian subyeknya menyusul dan seterusnya disusul lagi dengan bagian-bagian kalimat yang lain. Kalimat yang dimulai dengan predikat itulah yang disebut inversi. Unsur inversi bukan hanya terdapat pada permulaan kalimat, tetapi bisa juga di tengah.
Menurut Rachman (2008:1) bahwa kalimat bervariasi dapat diubah berdasarkan perubahan:
                              1. Intonasi, misalnya dari kalimat berita menjadi kalimat tanya atau perintah.
                              2. Struktur kalimat/urutan kalimat, misalnya:
              a. kalimat langsung menjadi kalimat tak langsung
              b. kalimat aktif menjadi kalimat pasif
              c.  mengubah susunan kata
                   3. Memperluas atau menambah unsur kalimat, misalnya dari kalimat sederhana menjadi kalimat kompleks/luas

Kalimat bervariasi dalam Bahasa Indonesia dibagi atas:
a)      Kalimat Bebas
Kalimat bebas dapat dipertukarkan tempatnya baik di depan, di tengah atau di belakang.
Contoh : 1) Bapak pergi ke Bandung kemarin
a.       Kemarin bapak pergi ke Bandung
b.      Bapak kemarin pergi ke Bandung
c.       Bapak pergi kemarin ke Bandung
Keterangan-keterangan yang terikat tentu saja tidak boleh dipertukarkan tempatnya.
Contoh : 2) Mila sedang tidur
a.       Sedang tidur Mila
b.      Mila tidur sedang
Kalimat b) tidak merupakan variasi kalimat 2) sebab maksudnya berbeda, variasi kalimat 2) adalah sedang tidur Mila. Jadi, keterangan dan predikat yang merupakan satu kesatuan tidak boleh dipisahkan atau dipertukarkan tempatnya. Predikat dan objek penderita tidak boleh dipisahkan sebab hubungan kedua unsur itu erat sekali.
      Contoh : 3)  Eni membantu kakaknya
a.       Kakaknyamembantu Eni
b.      Eni kakaknya membantu
Kalimat a) tidak merupakan variasi kalimat 3) sebab maksud berbeda. Variasi 3) adalah membantu kakanya Eni.
Predikat pasif did an objek pelaku tidak boleh dipisahkan sebab hubungan kedua unsur itu erat sekali.
Contoh : 4)  Sepeda saya dipinjam Ansar
a.       Sepeda saya oleh Ansar dipinjam
b.      Oleh Ansar sepeda saya dipinjam
Dari contoh di atas jelas bahwa oleh Ansar merupakan kelompok bebas yang dapat dipindahkan terpisah dengan predikat.
      Predikat kata kerja rangkap dapat divariasikan dengan:
Contoh : 6). Ansar dapat mengarang novel
a.       Dapat mengarang novel/ Ansar
b.      Mengarang novel/ Ansar dapat
Kalimat a) merupakan prestasi pembalikan (inverse), sedangkan kalimat b) merupakan prestasi prolepsis.
      Contoh : 7) Wiwik pandai bernyanyi
a.       Pandai bernyanyi/ wiwik (inverse)
b.      Menyanyi/ wiwik pandai (prolepsis)
      Dari contoh di atas jelas bahwa kata kerja yang menjadi   keterangan, jika hendak diutamakan dapat juga digeser ke posisi depan. Subjek dengan keterangan tidak boleh dipisahkan.
Contoh : 8)    a. Baju baru ini milik saya
b.    Baju milik saya baru ini
Anak kalimat yang biasanya terletak dibelakang dapat digeserkan ke depan jika hendak di utamakan.
Contoh : 9)  a. Saya sudah mengetahui bahwa dia akan datang pada hari ini
b.    Bahwa dia akan dating pada hari ini, sudah saya ketahui
     b)  Variasi Aktif-Pasif
     Contoh :

(1)   Pohon pisang itu cepat tumbuh. Orang dengan mudah dapat menanamnya dan memelihara, lagi pula petani tidak perlu memupuknya. Dia hanya menggali lubang, menanam, dan tinggal menunggu buahnya. Tanaman pisang memang tidak mau mati sebelum berbuah, sehingga di Sumatera Barat orang tua menasehati anaknya sebagai berikut, “ Hai anakku, kalian harus mencontoh hidupnya pohon pisang, berbuah dulu, barulah mati.”

Bandingkan kalimat-kalimat pada paragraf (1) di atas dengan kalimat-kalimat pada paragraf berikut ini :
(2)   Pohon pisang itu cepat tumbuh. Dengan mudah pohon itu dapat ditanam dan dipeliharanya. Lagipula tidak perlu dipupuk. Petani hanya menggali lubang, menanam, dan tinggal menunggu berubah : sehingga di Sumatera Barat orang tua menasehati anaknya sebagai berikut, “Hai anakku contohlah hidupnya pisang, berbuah dulu barulah mati “.

Catatan: kalimat-kalimat pada paragraf (1) semuanya kalimat aktif, sedangkan pada paragraf (2) berupa kalimat aktif dan pasif. Dapat dikatakan bahwa kalimat-kalimat pada paragraf (1) tidak bervariasi aktif-pasif.
c)  Variasi Panjang Pendek
1)      a. Karang mengarang selalu berurusan dengan bahasa
a.    Kecakapan menggunakan bahaa merupakan bekal yang paling utama
b.   Di sekolah kita telah diberi modal pengetahuan bahasa, bahkan telah pula dilatih menggunakannya dalam mengarang
c.    Sekalian menjadi modal yang sangat berharga
d.  Modal itu tidak cukup hanya kita miliki sebagai pengetahuan, tetapi dikembangkan lebih lanjut dalam kehidupan bahasa yang sesungguhnya, yaitu dalam masyarakat
e.  Jadi, untuk karang mengarang bukan pengetahuan teori yang sangat diperlukan, melainkan penggunaannya dalam tulis menulis
Dari contoh di atas dapat dikatakan bahwa kalimat a, b, c berupa kalimat pendek, sedangkan kalimat d, e, f berupa kalimat panjang. Dapat dikatakan bahwa  paragraf di atas kalimat-kalimat bervariasi, yaitu kalimat panjang dan kalimat pendek.
Bandingkan dengan kalimat-kalimat pada paragraf 2 dan 3 dibawah ini :
2)      Bila orang asing berbicara dengan bahasa yang tidak kita pahami, maka akan terdengar oleh kita berbagai bunyi yang berselang-seling yang rumit sekali sedikit demi sedikit, apabila kita makin kenal akan bahasa itu, akan berubahlah pembicaraan-pembicaraan asing itu dan bunyi yang tidak karuan itu menjadi bunyi-bunyi yang dapat kita bedakan. Bunyi-bunyi dan urutan bunyi itu selalu berulang. Apabila kita akhiri mengetahui bahasa asing itu, akan tampaklah dengan jelasnya kepada kita bahwa ada urutan-urutan yang menguasai pemakaian bunyi-bunyi dan urutan-urutan itu.

3)      Bahasa adalah alat komunikasi yang sangat paling tidak alat komunikasi yang lebih baik daripada bahasa. Bagaimana seandainya tidak ada bahasa. Alangkah sunyinya dunia ini. Tanpa bahasa tak akan ada ilmu pengetahun. Memang bahasa itu tidak terpisahkan dari kehidupan manusia.

Dapat dilihat pada paragraf (2) kalimat-kalimatnya terdiri atas kalimat panjang, sedangkan pada paragraf (3) kalimat- kalimat terdiri atas kalimat pendek. Pada paragraf (2) dan (3) tidak terdapat variasi kalimat panjang dan pendek. Jadi, kalimat panjang dan pendek dapat dipakai untuk memvariasikan kalimat. Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa kalimat-kalimat dalam karangan perlu diseling-selingkan, kalimat panjang dengan kalimat pendek atau sebaliknya. Dengan demikian, karangan itu tetap menarik perhatian.
d) Variasi Berita- Perintah – Tanya
Contoh:
1)      Tidak banyak bangsa di dunia terutama bangsa-bangsa yang baru merdeka yang beruntung seperti kita. Begitu merdeka, kita sudah memiliki bahasa nasional, kalau anda melayangkan perdagangan ke Negara-negara tetangga, misalnya singapura dan Filipina, dapat anda ketahui bahwa Negara tersebut sekarang belum memiliki bahasa nsional. Singapura dan Filpina masih menggunakan bahasa inggris. Tentu saja kita cukup hanya berhati merasa beruntung karena sudah memiliki bahasa nasional.

2)      Tidak banyak bangsa di dunia ini terutama bangsa- bangsa yang baru merdeka yang beruntung seperti kita. Begitu merdeka, kita memliki bahasa nasional. Layangkanlah pandangan anda ke negara-negara tetangga kita, misalnya Singapura dan Filipina sampai sekarang Negara tersebut belum memiliki bahasa nasional. Singapura dan Filipina masih menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi. Cukuplah kita hanya berhenti merasa beruntung karena sudah memiliki bahasa nasional?.

Pada contoh paragraf 1 kalimat-kalimatnya berupa kalimat berita, sedangkan pada paragraf 2 berupa kalimat perintah,dan tanya.
Ketiga jenis kalimat tersebut membentuk sebuah paragraf yang bervariasi dengan tujuan mencapi keefektipan penuturan. Variasi kalimat seperti pada contoh paragraf 1 itu disebut kalimat berita – perintah – Tanya. Perlu di ingat bahwa ketiga jenis kalimat tersebut mungkin tidak sekaligus bervariasi dalam sebuah paragraf.
     Jadi, dalam sebuah paragraf mungkin terdapat variasi kalimat barita – Tanya atau Tanya – berita, berita – perintah atau perintah – berita,sedangkan variasi kalimat Tanya – perintah atau perintah – Tanya jarang sekali di gunakan dalam karangan.
a)         Pemakaian kalimat berita
Kalimat berita dipakai untuk menuturkan, memberitahukan, atau mengungkapkan pikiran dan perasaan kepada pihak lain. Tanggapan yang di harapkan berupa perhatian dari pembaca. Karangan ilmiah, pernyataan resmi, perundang-undangan, uraian, ulasan dan sebagainya yang mengungkapkan isi pikiran,biasanya banyak memakai kalimat berita.
b)         Pemakaian kalimat Tanya
Kalimat tanya umumnya dipakai untuk menanyakan sesuatu tanggapan yang diharapkan berupa jawaban terhadap pertanyaan itu.
Contoh :  Apakah tujuan itu ?
                 Bahasa apakah yang anda gunakan di rumah ?
                 Pandai berbahasa jepangkah anda ?
c)         Pemakaian kalimat perintah
Kalimat perintah dipakai untuk memerintah seseorang supaya melakukan apa yang tersebut dalam perintah itu, seperti contoh di bawah ini :
“Sebagai langkah pertama baik kiranya dimulai dengan membaca cerita yang ringan. Pilihlah satu dari dua karangan para penulis kenamaan. Bacalah karangan yang bersifat uraian, ulasan, atau bahasan”.

Kalimat perintah pada contoh di atas adalah kalimat perintah biasa yang dapat dihaluskan dengan kata-kata hendaknya, hendaklah, cobalah, atau silahkan.

1 komentar:

Brilian Adam mengatakan...

makasih

Posting Komentar

SiLahkan tinggaLkan komentar sebagai jejak bahwa Anda pernah berkunjung di zhaLabe.bLogspot.com.

Terima kasih !!!

(c) 2013 ZHALABE "Reading Is FundamentaL" and Powered by BLogger.