HARGA BERAS BELUM STABIL.

PhotobucketENREKANG, SULAWESI SELATAN_Meski Dinas Koperasi, Peridustrian dan Perdagangan (Diskuperindag) Pemkab Enrekang, telah menggelar operasi pasar di 12 kecamatan yang ada, namun masih belum mampu stabilkan harga beras di pasaran.

Bahkan, harga beras terus melonjak dari harga normal. Hal ini terbukti dari
seorang warga Maroangin, Kecamatan Maiwa saat ditemui usai membeli beras. "Iya, tidak ada perubahan. Masih mahal harga beras sekarang. Tidak turunmi dari harga Rp8000ribu," keluhnya.

Padahal, Diskuperindag bekerjasama dengan Bulog telah melakukan perombakan harga. Jika di pasar, harga beras dibeli warga sekira Rp 8000 perliter, Diskuperindag menjualnya hanya dengan harga Rp 6500 perliter. 

Hal tersebut menurut Kepala Diskuperindag Enrekang, Andi Hamzah dimaksudkan untuk menormalkan kembali beras yang dibeli masyarakat. "Operasi pasar ini fungsinya menekan harga yang terlampau tinggi. Yang banyak pedagang menjualnya seharga Rp 8000 perliter. Padahal, normalnya kan Rp 7000," jelasnya. 

Hingga saat ini, Diskuperindag Enrekang melansir sekira 450 ton stok beras yang tersedia untuk kegiatan operasi pasar ini telah rampung dibagikan ke masyarakat. Dengan cara menyambangi langsung warga di setiap kecamatan memakai truk. Setelah itu warga yang mau bisa membeli langsung di lokasi tersebut sesuai harga yang ditetapkan semula yakni Rp 6500 perliter.zhalabe.blogspot.com

0 komentar:

Posting Komentar

SiLahkan tinggaLkan komentar sebagai jejak bahwa Anda pernah berkunjung di zhaLabe.bLogspot.com.

Terima kasih !!!

(c) 2013 ZHALABE "Reading Is FundamentaL" and Powered by BLogger.